Arief - Minggu 5 Juli 2015
JAKARTA - Sekitar setengah dari populasi penduduk
Jepang disebut sangat jarang melakukan hubungan seksual. Hal ini
dianggap dapat membahayakan ekonomi global.
Survei terbaru oleh Asosiasi Perencanaan Keluarga Jepang melaporkan,
49,3 persen usia 16 hingga 49 tahun mengatakan tidak berhubungan seks
dalam sebulan terakhir. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 5 persen
sejak dua tahun lalu, demikian seperti dilansir Business Insider Indonesia.
Penelitian lain menunjukkan tren yang lebih ekstrim. Menurut laporan
2011 dari pusat populasi Jepang yang dikutip oleh Max Fisher di
Washington Post, 27 persen pria dan 23 persen wanita tidak tertarik
dalam hubungan romantis, dari usia 18 sampai 34, 61 persen pria dan 49
persen wanita tidak terlibat dalam hubungan, serta dari usia 18 sampai
34, 36 persen pria dan 39 persen wanita tidak pernah melakukan hubungan
seks.
Para ahli mengatakan bahwa fenomena di Jepang tersebut berasal dari
perekonomian yang sangat maju dan ketidaksetaraan gender yang tinggi.
Menurut World Economic Forum, Jepang peringkat 104 dari 140 negara
tentang kesetaraan gender, ditempatkan antara Armenia dan Maladewa.
Tingkat kelahiran di Jepang mencapai rekor terendah pada 2014 lalu
yaitu 1,001 juta bayi. Ketika dikombinasikan dengan 1,3 juta kematian
pada tahun yang sama, hal tersebut merupakan krisis populasi pendalaman.
Menurut lembaga populasi Jepang, populasi keseluruhan dapat turun
menjadi 107 juta pada 2040 atau 20 juta lebih rendah dari hari ini.
Pada saat yang sama, penduduk Jepang menyusut dan berubah akibat
bertambah tua yang menyiapkan bom waktu demografis, ini yang bisa memicu
kerontokan ekonomi negara tersebut. Jepang berpotensi membuntuti negara
Yunani dengan tingkat utang yang tinggi serta mengganggu hubungan
ekonomi yang mendalam dengan China dan Amerika Serikat.
Khawatir dengan hal tersebut, Pemerintah Jepang ingin 80 persen dari
ayah untuk mengambil cuti ayah, sama seperti ibu mengambil cuti hamil
untuk meningkatkan dukungan memiliki anak. Dan salah satu ekonom
merekomendasikan keringan pajak bagi pria tampan, untuk membuat para
pria Jepang yang umumnya kutu buku menjadi lebih menarik bagi wanita.

0 komentar:
Post a Comment